I made this widget at MyFlashFetish.com.

Kamis, 10 Maret 2011

Apa yang dimaksud dengan pendekatan perilaku kognitif dan regulasi diri???

pendekatan perilaku kognitif ialah mengubah perilaku dengan menyuruh orang untuk memonitor, mengelola, dan mengatur perilaku mereak sendiri, bukan dipengaruhi melalui factor eksternal. Yang paling ditekankan dalam pendekatan perilaku kognitif adalah untuk membuat murid memonitor.ada juga yang mengatakan modifikasi kognitif. Pendekstsn perilaku kognitif berasal dari psikolohi kognitif, yang menekankan pada efek pikiran terhadap perilaku dan behaviorisme yang menekankan pada teknik mengubah perilaku. Pendekatan perilaku kognitif berusaha mengubah miskonsepsi murid, memperkuat keahlian mereka dalam menangani sesuatu, meningkatkan control diri, dan mendorong refleksi diri yang konstruktif.

Ada juga yang disebut Metode Instruksi Diri (self-instructional method) yang merupakan sebuah teknik perilaku kognitif yang dimaksudkan guna mengajari individu untuk memodifikasi perilaku mereka sendiri. Metode ini membantu orang mengubah apa yang anggapan mereka tentang diri mereka sendiri. Contohnya, disaat seoarang murid SMA sanagt gugup saat akan menempuh ujian standar, misalnya UN. Murid itu bisa diajak untuk berbicara kepada dirinya sendiri secara positif. Dan kebanyakan strategi yang dipakai untuk menghilangkan rasa gugup tersebut dengan cara berbicara hal-hal yang positif terhadap dirinya sendiri. Dengan itu dapat mewujudkan potensial mereka dan menantang pikiran negatif mereka. Murid juga disuruh untuk memonitoring diri mereka sendiri. Monitoring diri merupakan strategi yang bagus utuk menciptakan pembelajaran dan dapat membantu murid belajar melakukannya secara efektif.

Sedangkan pembelajaran regulasi diri adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan ini dapat berupa tujuan akademik ataupun tujuan sosioemosional. Adapun karakteristi pelajar regulasi diri adalah :
• Bertujuan memperluas pengetahuan dan menjaga motivasi
• Menyadari keadaan emosi mereka dan punya strategi untuk mengelola emosinya
• Secara periodic memonitor kemajuan kearah tujuannya
• Menyesuaikan atau memperbaiki strategi berdasarkan kemajuan yang mereka buat
• Mengevaluasi halangan yang mungkin muncul dan melakukan adaptasi yang diperlukan.
Perkembangan regulasi diri dipenagruhi oleh banyak factor, diantaranya adalah modeling dan self-efficacy. Model adalah sumber penting untuk menyampaikan keterampilan regulasi diri. Diantara keterampilan regulasi diri yang dapat dicontohkan oleh model adalah perencanaan dan pengelolaan waktusecara efektif, memerhatikan dab konsentrasi, mengorgaisasikan dan menyimpan informasi secara strategis, membangun lingkungan belajar/kerja yang produktif, dan menggunakan sumber daya social. Dengan mengamati model itu, murid dapat percaya bahwa mereka juga bisa merencanakan dan mengelola waktu secara efektif, yang menciptakan perasaan self-efficacy terhadap regulasi diri akademik dan memotivasi murid untuk melakukan aktivitas. Self-efficacy membantu murid dalanm memilih suatu tugas, usahanya, ketekunannya dan prestasinaya.

Jadi, ketika guru mendorong kita untuk menjadi pelajar yang mau menata diri sendiri maka pada sat yang sama dia sebenarnya menyampaikan pesan bahwa kita harus bertanggung jawab atas tindakan sendiri, menjadi lebih terpelajar dan bisa member konstribusi bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar